Sambut Imlek Warga Solo Berebut Kue Keranjang

Sambut Imlek

Sambut Imlek, Setiap Tahun Baru Imlek, kata Gong Xi Fa Cai sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. Namun, setelah orang-orang menulis, sering ditemukan kesalahan ejaan.
Ada yang menulis gong xi fat cay, gong xi fat choy dan lain sebagainya. Apa itu Gong Xi Fa Cai? Berikut penjelasannya.

Penulisan ‘Gong Xi Fa Cai’

Gōng xǐ fā cái jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berarti congratulations dan prosperity (atau kesejahteraan, kekayaan, kesuburan).

Pada tanggal 22 Februari 2013, Profesor Taufiq Yap Yun Hin menjelaskan bahwa Gong Xi Fa Cai (Mandarin) atau Kung Hee Fatt Choy (Hakka) atau Kung Hey Fatt Choy (Kanton) merupakan ucapan yang biasa digunakan untuk menyambut Tahun Baru Imlek. “Kata ini (Gong Xi Fa Cai) bermaksud mendoakan Anda lebih kaya atau lebih makmur,” tulis presiden Asosiasi Muslim Tionghoa Malaysia (MACMA) dan profesor kimia di Fakultas Sains Universiti Putra Malaysia tersebut.

Taufik menulis bahwa Gong Xi Fa Cai hampir identik dengan kata sapaan yang artinya “semoga rezekimu dimurahkan”. Ia juga menjelaskan bahwa Tahun Baru Cina atau Imlek merupakan perayaan adat yang tidak ada hubungannya dengan keimanan.

Makna ‘Gong Xi Fa Cai’

Sejarah sapaan Gong Xi Fa Cai berasal dari kata “Gongxi” yang artinya selamat. Itu bermula ketika orang Cina berhasil bertahan hidup setelah menghindari binatang buas. Pada saat yang sama, kata rezeki juga memiliki sejarah kesejahteraan yang mengikuti perkembangan zaman. Penggunaan kata Gong Xi Fa Cai sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Dua karakter pertama “Gong Xi” telah digunakan sejak lama. Jika dikaitkan dengan legenda, sapaan ini memiliki makna ucapan selamat kepada masyarakat China saat telah menangkal binatang buas yang mengejar warga Tionghoa dan anak-anaknya. Dalam perkembangannya, dengan meningkatnya harapan kesejahteraan, kata “Gong Xi” ditambahkan makna “Fa Cai” pada pengucapannya.

Pemerintah Tetapkan 23 Januari Cuti Bersama

Sambut Imlek

Pemerintah menetapkan hari Senin, tanggal 23 Januari 2023 pekan depan sebagai tanggal merah dalam rangka cuti bersama Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili. Sementara Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili jatuh pada hari Minggu, 22 Januari 2023. Kesepakatan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023 ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri–Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi– Nomor 1066 Tahun 2022 Nomor 3 Tahun 2022, Nomor 3 Tahun 2022 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023. “Cuti bersama tahun 2023, 23 Januari Hari Senin Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili,” demikian isi dari SKB tiga menteri tersebut. Untuk sepanjang tahun 2023, kerajaan telah menetapkan sebanyak 24 hari cuti. Antaranya, 16 hari adalah hari kelepasan kebangsaan, dan baki 8 hari lagi adalah hari kelepasan berterusan.

Berikut daftar tanggal hari libur nasional 2023:

1 Januari : Tahun Baru 2023
22 Januari : Tahun Baru Imlek
18 Februari : Isra Mi’raj
22 Maret : Hari Suci Nyepi
7 April : Wafat Isa Almasih
22 dan 23 April : Hari Raya Idul Fitri
1 Mei : Hari Buruh
18 Mei : Kenaikan Isa Almasih
1 Juni : Hari Lahir Pancasila
4 Juni: Waisak
29 Juni : Hari Raya Idul Adha
19 Juli: Tahun Baru Islam
17 Agustus: Hari Kemerdekaan
28 September: Maulid Nabi Muhammad
25 Desember : Hari Raya Natal

Berikut daftar tanggal Cuti bersama 2023:

23 Januari : Libur Bersama Imle
22 Maret : Libur Bersama Hari Raya Nyepi
21,24, 25, dan 26 April: Libur Bersama Hari Raya Idul Fitri
2 Juni : Libur Bersama Waisak
26 Desember: Libur Bersama Hari Raya Natal

Sambut Imlek Warga Solo Berebut Kue Keranjang

Sambut Imlek

Warga peranakan Tionghoa di Solo punya acara unik untuk menyambut Imlek. Mereka biasa berebut kue keranjang dalam acara Grebeg Sudiro. Tahun ini Grebeg Sudiro digelar di Pasar Gede.

Ketua panitia Grebeg Sudiro 2023 Arga Dwi Setyawan, mengatakan Grebeg Sudiro sempat vakum 2 tahun vakum akibat pandemi Covid-19. Namun tahun ini kembali diadakan pada Senin, 16 Januari lalu. “Grebeg Sudiro merupakan ritual dan budaya yang menjunjung tinggi nasionalisme, keberagaman, pluralisme, dan integrasi sosial. Tema acara tahun ini adalah “Menenun Harmoni Melalui Kebhinekaan”,” kata Arga seperti ditulis armybase, Selasa (17/01).

Acara ini diikuti sekitar 2.000 orang dari 56 kelompok seni di Solo Raya. Kesenian yang dipamerkan mulai dari barongsai, liong, reog hingga jaran kepang. Ada pula kirab karnaval kue keranjang yang diikuti warga Solo dan sekitarnya.

Hujan rintik-rintik pun tidak menyurutkan semangat para penonton dan pengunjung yang telah mempersiapkan acara sejak pagi. Karnaval gunungan kue keranjang tahun ini menempuh rute 1,5 km. Dimulai dari Pasar Gede menuju Telkom, belok kiri ke pertigaan, lalu belok kiri ke lampu lalu lintas Ketandan. Karnaval kemudian bergerak ke kanan hingga pertigaan SMAN 3 Surakarta dan belok kiri mengitari Kampung Sudiroprajan. Uniknya, terdapat replika stadion Gedoeng Djoeang dan Manahan ditata di atas kue keranjang untuk karnaval ini.

Rombongan kirab diakhiri dengan mengangkat patung Arca Suci Dewa Bumi. patung ini berasal dari Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gedhe. Pengangkatan patung ini merupakan simbol harapan berkah melimpah dalam kehidupan yang akan dilewati di Imlek tahun 2574.

Berebut Ribuan Kue Keranjang Sambut Imlek

Puluhan ribu warga Solo tampak antusias memperebutkan kue keranjang di Grebeg Sudiro 2023. Usai selesai di arak, kue keranjang ini memang sengaja dibagikan pada pengunjung yang hadir.

Seorang penonton di Desa Nana Sewu, 43 tahun, mengaku tak pernah melewatkan Grebeg Sudiro sejak 2016. Meski bukan keturunan Tionghoa, ia selalu datang menyaksikan karnaval budaya ini. “Nonton terus karena meriah. Banyak seni nya. Saya bisa melihat lampion, dan cari kue keranjang gratis,” ujarnya.

Nana mengatakan selalu membawa kantong plastik khusus dan payung dari rumah untuk kue keranjang yang dibagikan saat acara Grebeg Sudiro Sambut Imlek.

“Di rumah aja. Biarpun banyak orang yang kasih kue keranjang, tapi lebih ayik ambil sendiri disini. Ada kepuasan tersendiri,” ujarnya.

Perempuan yang berprofesi sebagai guru les harian ini mengatakan Grebeg Sudiro juga merupakan cara mendidik anak-anaknya dan mengenalkan keberagaman di Indonesia.

“Saya selalu bawa anak-anak. Dia bisa melihat berbagai suku dan ras yang menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan budaya. Tapi harus hati-hati karena ramai dan di sini,” tutupnya Sambut Imlek.

Yuk pantengin armybase biar ga ketinggalan info-info terkini. Mau baca info viral, berita viral, gosip viral, sampe artis viral? Semuanya ada!